5 Games Untuk Membantu Tumbuh Kembang Anak

game little red coding club game little red coding club

Baru-baru ini, penelitian mengungkapkan bahwa ada keterkaitan antara bermain video game di masa kanak-kanak dengan peningkatan kecerdasan. Mungkin hal ini akan mengejutkan bagi para orang tua dan wali, tetapi tidak bagi mereka yang memang berkecimpung dalam dunia penelitian permainan digital anak-anak.

Sebelumnya, penelitian telah menunjukkan bahwa bermain game digital ternyata memilki banyak manfaat bagi anak-anak, bahkan balita. Jenis permainan digital tertentu dapat meningkatkan pembelajaran dan membantu mengembangkan keterampilan digital. Game digital juga dapat meningkatkan “fungsi eksekutif” otak, seperti memori kerja dan kontrol impuls, baik pada anak usia prasekolah maupun remaja.

Sayangnya, beberapa manfaat lain, yang sebenarnya tidak kalah penting, sangat jarang dijadikan sebagai alasan untuk bermain game digital. Permainan digital bisa membantu menjalin hubungan yang lebih akrab antara anak-anak dengan teman sebaya dan keluarga mereka. Selain itu, selama pandemi, banyak keluarga yang menemukan bahwa kegiatan bermain game digital bersama dapat menimbulkan rasa nyaman dan kegembiraan, khususnya selama masa-masa sulit.

Orang tua, kakek nenek, dan anggota keluarga lain dapat membantu anak-anak mengembangkan skill dan mendukung perkembangan sosial dan emosional mereka dengan menghabiskan waktu sejenak untuk bermain bersama atau berbicara tentang game digital yang mereka sukai. Game digital yang dirancang untuk melibatkan partisipasi orang tua di dalamnya juga telah terbukti sangat mendukung permainan dan kreativitas si kecil.

Berbagai fitur desain game digital telah terbukti mendukung berbagai jenis permainan dan memberikan pengaruh positif pada anak. Dengan memperhatikan hal tersebut, berikut adalah lima game digital yang bisa Anda mainkan bersama anak-anak Anda:

 

  1. Seri Just Dance (Ubisoft)

Bagus untuk: gerakan fisik; berbagi kesenangan

Usia: 10+ (atau di bawahnya, dalam Kids Mode)

 

Just Dance adalah sebuah game yang mengajak pemain untuk belajar dan mempraktikkan gerakan tari sesuai urutan seperti yang diperagakan di layar.

Game seperti Just Dance direkomendasikan karena mendorong anak-anak untuk bergerak, sekaligus bersenang-senang bersama teman sebaya, dan anggota keluarganya. Permainan olahraga yang menuntut anak agar bergerak juga telah terbukti dapat meningkatkan fungsi eksekutif otak yang berkaitan dengan kompetensi perilaku pada anak-anak.

 

  1. Little Red Coding Club (Twinkl)

Bagus untuk: keterampilan berpikir komputasional; permainan eksplorasi; berpikir kritis

Usia: 4-8

 

Little Red Coding Club, yang dapat diunduh dari perangkat Apple dan Android Anda, adalah game multi-player berbasis AR. Anak-anak menjadi pemandu karakter dari dongeng terkenal, Little Red Riding Hood, melalui hutan 3D ke rumah nenek dengan selamat. Game ini adalah guru terbaik untuk belajar coding dasar sambil bermain. Selain mengasah pemikiran komputasional, game ini juga mendorong perkembangan kognitif anak.

Dengan belajar coding, anak-anak dapat memahami dengan cepat konsep algoritma sederhana.

 

  1. Animal Crossing: New Horizons (Nintendo)

Bagus untuk: Relaksasi; permainan sosial

Usia: 3+

 

Belakangan ini, semakin banyak penelitian yang membuktikan bahwa game digital dapat endukung perkembangan sosial anak. Salah satu game yang paling banyak diunggah pada era pandemi adalah Animal Crossing: New Horizons, yaitu game yang mengharuskan anak-anak membangun pulau terlantar secara bertahap, lengkap dengan avatar yang dapat disesuaikan sendiri sesuai kemauan dan sejumlah tetangga eksentrik.

Fitur keamanan Nintendo memudahkan anak-anak bersosialisasi dengan aman secara daring melalui kunjungan ke pulau anak-anak yang lain. Kecintaan anak-anak terhadap game digital juga mendorong interaksi sosial melalui komunitas penggemar, baik secara daring maupun luring.

 

  1. Minecraft (Mojang Studios)/LEGO Worlds (Warner Bros.)

Bagus untuk: Kreativitas; permainan open-ended; permainan sosial

Ages: 7+

 

Game membangun seperti Minecraft dan LEGO Worlds memiliki format open-ended, yaitu jenis permainan yang membebaskan anak untuk berkreasi. Permainan dengan format seperti ini tidak memiliki aturan, kompetisi, batasan, struktur, atau tujuan apa pun yang harus diikuti dan dicapai anak. Artinya anak bebas bereksplorasi dan melakukan apa pun sesuai keinginannya.

 

  1. Dora and Friends (Nickelodeon)

Bagus untuk: Representasi; cipta cerita multimodal

Ages: 5+

 

Dalam Dora and Friends, pemain dapat menciptakan karakter, memilih musik, gambar dan latar, lalu merekam suara mereka sendiri, kemudian menggabungkan beberapa adegan untuk menyusun sebuah cerita. Kombinasi beberapa elemen inilah yang disebut dengan cipta cerita multimodal, yang mendukung perkembangan kemampuan bercerita anak.

Berbagai pilihan karakter di Dora and Friends membuat anak dapat memilih karakter yang mirip seperti mereka. Game digital mempunyai pengaruh dalam mendorong anak menemukan identitas mereka, sehingga memiliki karakter yang terlihat seperti mereka merupakan hal yang penting. Jika dibandingkan dengan industri media lainnya, game yang membebaskan anak untuk menciptakan, atau bermain sebagai karakter yang terlihat seperti mereka merupakan langkah awal yang sangat bagus.

Sedangkan bagi anak yang berusia di atas 7 tahun, bisa mencoba game Kingdom of Kuru dari Brikym Game Studio. Game ini dikembangkan oleh dua desainer kulit hitam yang mempunyai misi untuk meningkatkan representasi dalam dunia game digital.